Habib Hanif dan Habib Alwi bin Smith Dipersekusi di Bandara Manado

FIN.CO.ID, Jakarta- Para habib dan ulama kembali mendapat perlakuan tidak menyenangkan. Kali ini, Habib Muhammad Hanif bin Abdulrahman Alatas dan Habib Muhammad dan Bahar bin Alwi bin Smith dipersekusi oleh sekelompok massa di bandara Sam Ratulangi Manado, senin (15/10/2018).

Massa menolak kedatangan keduanya. Alasannya, kedua ulama ini, dianggap sebagai ulama yang isi ceramahnya provokatif, intoleran dan radikalis.

“Torang (kami) menolak ini oknum yang dalam ceramah-ceramahnya provokatif, intoleran, radikalis,” kata salah satu orator, seperti sebuah video yang diunggah melalui akun twitter @kucingeksotik

Mereka mengklaim, penolakan tersebut bukan termasuk perilaku barbar, namun sebagai orang Minahasa yang beradat. “Torang bukan orang bar-bar, torang beradat, orang minahasa beradat, berbudaya,” klaimnya.

Dari informasi yang diperoleh, hingga berita ini dirilis, kedua Ulama tersebut masih melakukan negosiasi di Bandara  Sam Ratulangi Manado.

Sementara itu,  Habib Muhammad Hanif  meminta agar otak dibalik tindakan persekusi itu agar segerah ditangkap karena dianggap bisa memecah bela NKRI.

“Saya mohon, otak intelektualnya mohon ditangkap, ini pemecah bela NKRI, ini yang merusak kebihnekaan kita, mengancam negeri kita sehingga bisa terpecah bela. Semua acara ini sifatnya konstitusional, dijaga UU, seharusnya aparat bisa hadir untuk melakukan penjagaan,” katanya.

Rencananya, kedatangan kedua Habib itu di Manado dalam rangka menghadiri acara  Haul Ayahanda Habib Muhammad dan Bahar bin Alwi Smith. (dal)

 

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here