Di Bui Kejagung, Karen Agustiawan Nangis

FIN.CO.ID, JAKARTA – Mantan Direktur Utama PT Pertamina (persero), Karen Galaila Agustiawan dijebloskan ke balik jeruji besi oleh penyidik pidana khusus Kejaksaan Agung, Senin (24/9) siang.

Bekas orang nomor satu di PT Pertamina (persero) itu ditahan usai menjalani pemeriksaan di Gedung Bundar Kejaksaan Agung.

Pantauan dilokasi, Karena Agustiawan yang keluar dari ruang pemeriksaan dengan Rompi Pink bertuliskan tahanan Kejaksaan Agung terlihat meneteskan air matanya. Karena Galaila Agustiawan sebelum memasuki mobil tahanan juga terlihat berpelukan dengan para kerabatnya sambil menangis.

Sebelumnya, Direktur Penyidiakan pada Jaksa Agung Muda Pidana Khusus (Dirdik pada JAmpidsus), Warih Sadono membenarkan adanya pemeriksaan Mantan Direktur Utama PT Pertamina (persero), Karen Galaila Agustiawan oleh penyidik pidana khusus di Gedung Bundar Kejaksaan Agung, hari ini, Senin (24/9).

Karen Galaila Agustiawan itu diperiksa sebagai tersangka kasus dugaan korupsi investasi perusahaan di Blok Baster Manta Gummy (BMG) Australia pada 2009 yang merugikan negara Rp 568 miliar.

“ya (benar diperiksa),” katanya kepada FIN, Sini (24/9).

Rabu (12/9) lalu, Mantan Direktur Utaman PT Pertamina (persero), Karen Galaila Agustiawan lolos dari upaya penahanan penyidik pidana korupsi Kejaksaan Agung.

Lolosnya bekas orang nomor satu di PT Pertamina (persero) tersebut berbeda dengan nasib dua tersangka lainnya yang langsung dilakukan penahanan usai menjalan pemeriksaan beberapa waktu lalu. Dua tersangka itu yakni mantan Manager Merger dan Investasi (MNA) Direktorat Hulu PT Pertamina Bayu Kristanto dan Mantan Direktur Keuangan PT Pertamina Frederik Siahaan.

Kamis (30/8) lalu, Bekas Direktur Keuangan PT Pertamina, Frederik Siahaan dijebloskan ke balik jeruji besi oh penyidik pidana khusus Kejaksaan Agung. Frederik merupakan tersangka dugaan korupsi ini. Tersangka Frederik ditahan di Rumah Tahanan Negara Salemba Cabang Kejaksaan Agung RI selama 20 (dua puluh) hari terhitung mulai tanggal 30 Agustus 2018 sampai dengan 18 September 2018.

Penahanan berdasarkan surat perintah penahanan Direktur Penyidikan pada Jaksa Agung Muda Tindak Pidana Khusus Nomor: Print-20/F.2/Fd.1/08/2018 tanggal 30 Agustus 2018. Rabu (8/8) lalu, mantan Manager Merger dan Investasi (MNA) pada Direktorat Hulu PT Pertamina (Persero) Bayu Kristanto ditahan penydik.

kasus ini menetapkan empat orang tersangka yakni Mantan Direktur Utama PT Pertamina, Karen Galaia Agustiawan. Sedangkan tiga tersangka lainnya yakni Chief Legal Councel and Compliance, Genades Panjaitan dan mantan Direktur Keuangan, Frederik Siahaan serta mantan Manager Merger & Acquisition (M&A) Direktorat Hulu PT Pertamina berinisial Bayu.

Para terrsangka disangkakan melanggar Pasal 2 ayat (1), Pasal 3 Undang-Undang Nomor 31 tahun 1999 sebagaimana telah diubah dengan Undang-Undang Nomor 20 Tahun 2001 tentang Perubahan Atas Undang-Undang Nomor 31 tahun 1999 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi jo. Pasal 55 ayat (1) ke-1 KUHP.

Kasus itu berawal pada 2009 PT Pertamina (Persero) telah melakukan kegiatan akuisisi (Investasi Non Rutin) berupa pembelian sebagian asset (Interest Participating/ IP) milik ROC Oil Company Ltd di lapangan Basker Manta Gummy (BMG) Australia berdasarkan Agreement for Sale and Purchase-BMG Project tanggal 27 Mei 2009.

Dalam pelaksanaanya ditemui adanya dugaan penyimpangan dalam pengusulan Investasi yang tidak sesuai dengan Pedoman Investasi dalam pengambilan keputusan investasi tanpa adanya Feasibility Study (Kajian Kelayakan) berupa kajian secara lengkap (akhir) atau Final Due Dilligence dan tanpa adanya persetujuan dari Dewan Komisaris, yang mengakibatkan peruntukan dan penggunaan dana sejumlah 31,492,851 dolar AS serta biaya-biaya yang timbul lainnya (cash call) sejumlah 26,808,244 dolar AS tidak memberikan manfaat ataupun keuntungan kepada PT.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here