Fokus Sumut Saja, Tinggalkan PSSI

FIN.CO.ID, JAKARTA – Presiden Republik Indonesia (RI), Joko Widodo telah melantik sembilan pasangan gubernur dan wakil gubernur yang menang dalam Pilkada serentak 2018 di Istana Negara, Jakarta, 5 September 2018, lalu.

Menariknya, salah satu dari sembilan Gubernur yang dilantik merupakan sosok paling dikenal di dikancah olahraga sepak bola Tanah Air, ia adalah Ketua Umum Persatuan Sepak Bola Seluruh Indonesia (PSSI) Edy Rahmayadi.

Kini Edy mengemban dua jabatan sekaligus. Selain menjadi ketua umum PSSI, mantan Panglima Kostrad itu juga kini resmi menjabat sebagai Gubernur Sumatera Utara (Sumut).

Dengan resminya pria yang mengawali karier sebagai tentara dengan sekolah terlebih dahulu di Akademi Militer (Akmil) dan lulus pada 1985 sebagai orang nomor satu di Sumut itu, banyak pihak yang mempertanyakan apakah Edy mampu mengemban dua tugas penting itu sekaligus.

Salah satu tokoh yang menanyakan hal tersebut adalah Mantan Anggota Komite Eksekutif (Exco) PSSI, Bob Hippy. Pria yang juga pernah menjabat sebagai Koordinator Timnas PSSI itu mengaku Edy tidak akan punya banyak waktu untuk mengurus PSSI yang memiliki ranah kegiatan yang cukup besar tersebut.

“Apakah ia (Edy) bisa menjabat dua jabatan sekaligus atau tidak? Ia harus bisa merasakan dirinya sendiri untuk menjadi Gubernur atau ia memiliki cukup waktu mengurus PSSI yang begitu besar kegiatannya, seperti kegiatan di usia senior dan junior,” ungkap Bob Hippy kepada Fajar Indonesia Network (FIN) di Bogor, Rabu (12/9) kemarin.

“Apalagi saat ini, PSSI harus mendapat perhatian khusus lebih besar dari beliau (Edy, red). Nah, konsentrasi beliau sebagai Gubenur Sumut, akan terbagi dan saya kira ia tidak punya cukup waktu mengurus PSSI yang organisasinya begitu besar,” tambah Bob Hippy.

Menurut Bob, Edy seharusnya rela melepas jabatannya di PSSI yang memiliki tugas panjang usai perhelatan Asian Games 2018 Jakarta-Palembang, kemarin. Sebab, tugasnya terlalu berat jika harus dijalani bersamaan.

“Saya pikir, kita tidak tahu apa yang akan dilakukan PSSI usai Asian Games 2018 ini. Pak Edy, seharusnya berbesar hati menyerahkan jabatan kepada seseorang yang memiliki waktu penuh untuk mengurus PSSI yang begitu besar,” tutur Bob Hippy.

“Karena yan tau dirinya sendiri kan hanya dia dengan tuhan. Tapi saya kira dia tidak akan bisa (mengemban dua tugas itu). Kalau memang ia tidak bisa, ya berikan saja ke orang lain yang lebih mampu secara penuh mengendalikan PSSI. Dan hal itu harus dari ia sendiri yang menentukan,” paparnya.

Bob menerangkan, seharusnya Edy tidak membagi dua tugas berat tersebut kepada dirinya. Hal itu diungkapkan Bob, karena melihat akan ada banyak pekerjaan berarrti kepada dirinya menguurus dua jabatan tersebut.

“Jadi jangan, membagi dua, sebab susah jika membagi dua. Melihat konsentrasi ia di sumut akan begitu banyak pekerjaannya, ditambah dengan PSSI yang juga lebih banyak pekerjaannya karena mencakup 34 provinsi. Kalau Sumut kan hanya satu provinsi, jadi itu yang meski beliau pikirkan,” terangnya.

Berkali-kali Bob berharap Edy mampu melepaskan jabatannya sebagai Ketua Umum PSSI dan fokus megurus Sumut. Menurut Bob Hippy, apa yang dilakukan Edy saat ini masih setengah-setengah

“Semoga mendapat satu pesan dari beliau, bahwa beliau akan menyerahkan jabatannya di PSSI itu. Dan itu akan jauh lebih baik,” tuturnya.

“Karena ia harus mengemban satu jabatan saja, kalau tidak konsentrasinya akan terbagi dua, dan tidak bisa fokus dengan satu pekerjaan. Sumut sendiri sangat membutuhkan dia secara penuh. Kalau kita mau menjadi gubernur, harus dilakukan secara penuh, dan sekarang ini masih setengah-setengah karena masih ada jabatan di PSSI,” sambungnya.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here