Kongo Tawarkan 10 Juta Hektar Lahan untuk Investasi Kelapa Sawit

FIN.CO.ID, JAKARTA – Kongo siapkan 10 juta hektar lahan untuk ditanami kelapa sawit. Negara ini pun menawarkan para pengusaha Indonesia untuk berinvestasi di sana.

“Tujuan utama kami berkunjung ke Indonesia adalah untuk menarik pengusaha Indonesia untuk berinvestasi di RD Kongo. Kita sekarang dapat segera membicarakan kerja sama ini dalam bentuk nyata dalam waktu dekat ini,” ujar Deputi Perdana Menteri merangkap Menteri Luar Negeri Republik Demokratik (RD) Kongo H.E. Leonard She Okitundu, di Hotel Borobudur,  Jakarta,  Jumat (7/9).

RD Kongo menawarkan kemudahan investasi berupa fasilitas perijinan, keamanan, nol persen untuk pajak pertambahan nilai dan penghasilan. Diharapkan dalam waktu dekat pengusaha yang tergabung di GAPKI dapat memanfaatkan peluang kerja sama yang terbuka ini untuk meluaskan pasar baru ekspor minyak sawit maupun kerja sama dalam bentuk lain ke RD Kongo.

Sementara itu,  Mukti Sardjono selaku Direktur Eksekutif GAPKI memaparkan perkembangan industri sawit Indonesia dan kontribusinya pangsa pasar minyak sawit di pasar global serta peran penting industri sawit bagi perekonomian Indonesia. Ada beberapa peluang kerja sama yang terbuka antara Indonesia dan RD Kongo seperti investasi refinery, pembangunan perkebunan kelapa sawit, transfer pengetahuan tentang pengelolaan perkebunan kelapa sawit, dan kerja sama kampanye positif sawit bersama.

“Saat ini Indonesia mengekspor minyak goreng dalam bentuk kemasan jadi, sangat baik jika di RD Kongo dapat dibuka investasi refinery. Untuk investasi ini tentunya perlu mendapatkan akses kemudahan seperti keringanan bea masuk impor minyak sawit ke RD Kongo,” ujar Mukti.

Perlu diketahui pada tahun 1960-an, RD Kongo adalah negara 5 terbesar penghasil minyak sawit. Seiring dengan waktu berjalan dan kondisi politik negara yang tidak mendukung menyebabkan industri sawit tidak berkembang seperti yang diharapkan. Saat ini kondisi politik sudah baik dan RD Kongo berniat untuk menghidupkan kembali industri kelapa sawit.

Pengembangan sawit di RD Kongo sangat menjanjikan mengingat negara itu berpenduduk lebih dari 80 juta jiwa. Lokasinya yang berada di tengah-tengah Benua Afrika menjadikan negara ini sangat strategis dan memudahkan pemasaran ke negara tetangga sangat memungkinkan.

(Mad/Fin)