17, September, 2021

Gas Melon Meledak, 4 Orang Luka

FIN.CO.ID, WONOSOBO – Empat orang dari Dusun Karangtengah Desa  Tumenggungan Kecamatan Selomerto terpaksa dilarikan ke rumah sakit kemarin (4/9). Mereka mengalami luka bakar parah, setelah tersambar ledakan gas elpiji yang mengalami kebocoran.
Kronologis kejadian berawal ketika Tasmiyatun saat hendak menyalakan tungku dapur  yang menggunakan kompor gas melon berukuran 3 kg. Kondisi dapur ketika itu sudah tercium bau gas. Semakin lama bau semakin menyengat.

Tasmiyatun lalu meminta bantuan Nining dan Alam untuk mencabut regulator. Keduanya berusaha untuk mencabut selang gas regulator tersebut. Tetapi sebelum selang berhasil dicabut, di sebelah rumah, Ratminah Masruri menyalakan tungku dari dapur yang bersebelahan dengan milik Tasmiyatun.
Tiba-tiba, dhuerrr terjadi ledakan hebat di rumah Tasmiyatun, diduga seluruh ruangannya nyaris terkontaminasi oleh gas. Ledakan tersebut menimbulkan api dan membakar empat orang yang berada di dalam rumah. Di antaranya  Tasmiyatun (64), Alam Syadat (37), Nining Siti Khoeriyah (41) dan Ratminah Masruri (72). Keempat korban kemudian dibawa ke RS PKU Muhammadiyah Wonosobo.

Kapolres Wonosobo AKBP Abdul Waras, melalui Kapolsek Selomerto Iptu Imam Masruchi menyampaikan telah terjadi peristiwa kebakaran akibat selang gas bocor kira-kira pukul 14.30 WIB. Empat orang dalam satu keluarga mengalami luka bakar.

“Ledakan ini dari selang tabung gas yang bocor di rumah korban Tasmiyatun. Kemudian terpicu oleh api dari tungku tetangga rumah korban dan menimbulkan kebakaran. Akibatnya, empat orang mengalami luka,” katanya.

Seluruh korban telah dilarikan ke rumah sakit untuk mendapatkan pertolongan. Sedangkan, pihak kepolisan langsung melakukan olah TKP dan meminta keterangan dari sejumlah saksi. Dugaan sementara, dari barang bukti yang ditemukan di TKP, ditemukan adanya selang yang sudah mengalami retak-retak.

“Kita sudah mendatangi tempat kejadian perkara dan memantau  kondisi korban yang sedang dirawat  di RS PKU Muhamadiyah Wonosobo,” katanya.

Sementara itu, Nugroho selaku keluarga korban mengemukakan, kondisi keluarganya yang dirawat di PKU Muhammadiyah sudah semakin membaik. Menurutnya, kejadian tersebut bermula saat Tasmiyatun minta tolong kepada Alam  dan  Nining untuk melepas regulator gas, lantaran bocor dan mengeluarkan bau menyengat.

“Ketika Alam Syadat masuk ke dalam dapur untuk membantu Tasmiyatun, tiba-tiba terjadi ledakan,” katanya.

Dia mengaku keluarga sudah ikhlas dengan musibah tersebut, serta melarang pihak yang menjenguk para korban untuk mengambil  fotonya. Hal itu sesuai dengan permintaan seluruh korban dan keluarga.

Sedangkan Kepala Ruangan Khotijah 3 PKU Muhammadiyah Wonosobo Singgih Ginanjar mengatakan empat korban sudah mendapatkan perawatan intensif dari pihak PKU.  Korban mengalami luka bakar cukup parah.

“Tingkat keparahan pasien korban ledakan gas  tidak sama, ada yang 50 persen, 60 persen dan ada korban yang mengalami luka bakar hingga 90 persen,” ucapnya.

(gus)

Rekomendasi Berita Terbaru

Populer