Resensi Buku Catatan Ujang Komarudin

Beranda Coffee Morning Resensi Buku Catatan Ujang Komarudin

RESENSI BUKU – Buku Catatan Ujang Komarudin merupakan buku hasil dari quote-quote politik tentang isu-isu politik nasional dan internasional terkini. Dikumpulkan, dirangkum, dan dikutip dari media elektronik dan cetak nasional dan internasional, yang disarikan dari opini dan komentar penulisnya yang kritis, tajam, objektif, dan enak dibaca.

Buku yang ada di tangan pembaca ini merupakan buku ke-11 (kesebelas) dan dipersembahkan sebagai hadiah ulang tahun ke-37 saudara Ujang Komarudin di Agustus 2018 ini. Jika kebanyakan orang memperingati hari kelahiran dengan cara berpesta dan makan-makan, lain halnya dengan Ujang Komarudin, dia melakukannya dengan menerbitkan buku.

Baginya berkarya itu ibadah. Sekecil apapun karya itu. Jangan menunggu memiliki karya besar. Lalu melupakan yang kecil. Justru dengan seringnya kita melahirkan karya-karya kecil lambat laun akan menghasilkan karya besar. Tak akan lahir karya besar, jika tidak dimulai dari karya-karya kecil.

Buku yang ada di tangan pembaca ini berbeda dari karya-karya saudara Ujang Komarudin sebelumnya, jika dalam karya sebelumnya Ujang Komarudin menulis buku dari hasil riset, kumpulan opini, dan hasil komentar di beberapa media, buku ini dihasilkan dari kutipan-kutipan terbaik dari isu-isu politik nasional dan internasional ter update.

Melalui buku karya Ujang Komarudin ini, pembaca akan diingatkan dengan kata-kata sederhana, bernas, objektif, ringan, namun mampu memberikan perspektif yang berbeda dalam khazanah perpolitikan nasional.

Ketajamannya dalam menganalisa persoalan politik Indonesia, telah melahirkan pendapat-pendapat yang renyah, ringan, dan enak dibaca, juga menjadi sumber rujukan bagi rakyat Indonesia. Dan bahkan beberapa media internasional juga mengutip pendapat-pendapatnya.

Karya kecil saudara Ujang Komarudin ini mudah-mudahan dapat menjadi inspirasi yang tak akan ada habis-habisnya bagi referensi politik di Indonesia. Dan buku sederhana ini didedikasikan untuk kemajuan bangsa Indonesia. Bangsa ini membutuhkan pemikir-pemikir yang sederhana dan orisinil dalam berkarya, objektif dalam menilai, dan dapat menumbuhkan rasa optimisme di tengah-tengah masyarakat yang sedang galau dan tanpa arah.

Tak perlu malu dan takut untuk berkarya. Sekecil dan sesederhana apapun karya kita. Tak perlu khawatir dengan kritikan dan nyinyiran orang. Yang terpenting adalah teruslah berkarya. Jangan pernah berhenti.

Sekali berhenti berarti kita mati. Mati akal, pikiran, dan perasaan. Nyanyian sumbang orang lain tentang kita haruslah dijawab dengan karya. Ya, hanya dengan karyalah kita akan gembira, bahagia, dan mudah-mudahan bisa sejahtera.

Buku ini ditulis dengan bahasa ringan, sederhana, renyah, dan populer, saudara Ujang Komarudin menyajikannya dengan pembahasan yang objektif, tajam dan kekinian, juga ditampilkan foto-foto sederhana agar enak dilihat dan dibaca, buku ini juga sangat layak untuk menjadi rujukan utama bagi para pembaca di seluruh penjuru Indonesia dan dunia.

Buku ini sebagai hasil kreatifitas kecil yang mudah-mudahan berdampak besar bagi kemajuan Indonesia. Dan mudah-mudahan buku ini juga dapat menjadi pembuka jendela cakrawala pengetahuan tentang bagaimana berpolitik yang berkarakter, berdemokrasi dengan sehat, berbangsa dengan damai dan bernilai di tengah-tengah politik kita yang masih kotor. Semuanya dikupas dengan ringan, santai, dan mudah dipahami.

Ujang Komarudin merupakan Doktor Ilmu Politik Universitas Indonesia (UI) ke-50 d iusia yang sangat muda. Google menjulukinya sebagai Indonesia Political Scientist (Ilmuwan Politik Indonesia). Penah menjadi Tenaga Ahli DPR RI dan Staf Khusus Ketua DPR RI. Dosen dan Pengamat Politik Universitas Al-Azhar Indonesia (UAI) Jakarta.

Direktur Eksekutif Indonesia Political Review (IPR). Aktif menjadi penulis dan narasumber di beberapa media elektronik dan cetak nasional dan internasional, dan pembicara di TV Nasional (TVRI, Metro TV, TV One, Trans7, CNN TV Indonesia, iNews TV), Radio Republik Indonesia (RRI), dan Radio Dakta, dll.

Karir organisasinya dimulai dengan menjadi Ketua Himpunan Mahasiswa Jurusan dan Pengurus Senat Fakultas Syari’ah Universitas Islam Negeri (UIN) Bandung, Pendiri dan Ketua Forum Studi Parlemen Universitas Indonesia (UI), Anggota Center for Election and Political Party (CEPP) UI, Pengurus HMI Cabang Kabupaten Bandung, Formatur KNPI Provinsi DKI Jakarta.

Ketua Departemen Hubungan Luar Negeri dan Politik Internasional MASIKA ICMI Pusat, Pendiri dan Sekretaris ICMI Subang, Wakil Sekjen DPP Wirakarya Indonesia, Wakil Sekjen Depinas SOKSI, Tim Ahli Bidang Politik dan Pemerintahan Fokus Parlemen, Tim seleksi (Timsel) Calon Anggota Bawaslu Kabupaten/Kota Provinsi DKI Jakarta Tahun 2018-2023, dan masih banyak lagi.

Kini saudara Ujang Komarudin masih terus memperbaiki diri agar terus bisa berkarya. Baginya berkarya saja dulu. Soal kecil atau besar itu bukan urusan. Jika sering berkarya kecil-kecilan, lama-lama juga akan memiliki karya besar.

Pepatah mengatakan, sedikit demi sedikit, lama-lama jadi bukit. Kita tak akan pernah punya karya besar, jika tidak dimulai dari karya kecil. Baginya berkarya adalah keniscayaan. Karena dengan berkarya kita ada.

Buku karya Ujang Komarudin yang sudah terbit: (1) Strategi PKS Putihkan Jakarta; (2) Ideologi Partai Politik: Antara Kepentingan Partai dan Wong Cilik; (3) Dinamika Politik Nasional: Pasang Surut Hubungan Kekuatan Politik di Indonesia; (4) Mencintai Indonesia: Catatan dan Harapan Seorang Dosen; (5) Membangun Indonesia: Sebuah Ikhtiar Membangun Bangsa Yang Hampir Tenggelam; (6) Pertarungan Politik di Indonesia: Dinamika Pertarungan Politik dalam Pilkada dan Politik Nasional; (7) Menjadi Indonesia: Pemikiran-pemikiran Politik Seorang Pengamat Indonesia; (8) Perspektif Indonesia: Catatan Politik di Tahun Politik; (9) Drama Politik Indonesia: Pikiran-Pikiran Politik Anak Bangsa; dan (10) Catatan Kaki; (11) Catatan Ujang Komarudin.

Selamat membaca dan menikmati buku karya saudara Ujang Komarudin yang ringan dan sederhana ini dengan penuh kegembiraan dan keceriaan. Bacalah, bacalah, dan bacalah, sambil ditemani kopi susu hehehe…..! Wow Nikmatnya.

(Zen)

Baca Juga

Efek Messi, Lautaro Batal Join Barcelona?

MILAN - Barcelona telah mengakhiri era keemasannya dengan cara yang tidak indah, dan sedang dalam krisis yang mungkin sulit untuk dihindari.  Kalah dari Madrid di...

SDGs: Upaya Mencapai Target dalam Situasi Pasca Pandemi Covid-19

Oleh: Fahmi Prayoga  SAMPAI detik ini, kita masih menghadapi pandemi yang telah mempengaruhi seluruh lini kehidupan penduduk di muka bumi. Tujuan Pembangunan Berkelanjutan (SDGs) yang...

Melirik Angka sampai Manisnya Drama Demokrat-PDIP

Oleh: M. Syaiful Amri KONSTRUKSI  politik dalam Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) di Lampung memang menarik untuk diikuti. Taburan surat rekomendasi pun nyaris membuat publik geleng-geleng...

Pertaruhan Incumbent: Hadapi Pilkada dan Pandemi

Maka tidak heran jika bansos untuk penanganan pandemi terjadi tidak tepat sasaran dalam penyalurannya. Warga yang butuh sokongan terlewatkan, sementara yang tidak cukup layak menerima justru malah mendapatkan jatah bantuan.

Vedomosti Hilang dari Peredaraan

JAKARTA – Kabar mengejutkan datang. Sejumlah editor senior surat kabar Vedomosti berhenti. Vedomosti merupakan koran berbasis bisnis. Cukup terkemuka Rusia. Tidak terbit sejak Senin (16/6). Bukan...

Berita Terbaru

Kerawanan Pilkada di Tengah Pandemi

JAKARTA – Pelaksanaan pesta demokrasi pada Desember 2020 mendatang harus dijaga dari segala potensi kerawanan. Tak hanya yang bersifat konvensional, tapi juga kerawanan karena...

Regulasi Vaksinasi Harus Jelas

JAKARTA - Program vaksinasi COVID-19 harus dianggarkan dengan baik, agar tak membebankan BPJS Kesehatan. Skema pemberian harus jelas dan sesuai dengan aturan yang berlaku. Menurut...

Garuda Muda Pindah TC ke Perancis

JAKARTA - Hampir dua bulan, Tim nasional Indonesia U-19 mejalani training camp di Kroasia. Selain agenda pemusatan latihan, timnas juga melakukan laga persahabatan melawan...

293.653 Orang Sembuh dari Covid

JAKARTA - Kementerian Kesehatan mencatat 4.410 pasien COVID-19 di Indonesia telah dinyatakan sembuh. Sementara kasus positif baru harian mencapai angka 3.602 pada Selasa (20/10). Satuan...

Penghasilan Ayu Ting Ting Sebulan Rp1 M

JAKARTA - Ayu Ting Ting selain sebagai penyanyi dangdut, ibu dari Bilqis ini juga menjadi presenter di salah satu televisi swasta, dan memiliki sejumlah...

Nusantara

PTM Pertama Guru dan Siswa Masih Grogi

PURWOKERTO - Hari pertama pembelajaran tatap muka (PTM) rupanya masih membuat grogi guru maupun murid. Itu lantaran sekian lama melakukan pembelajaran secara daring. Salah satu...

Cianjur Paling Rawan Banjir dan Longsor

CIANJUR - Sekretaris Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Cianjur M Irfan Sofyan mengatakan, Cianjur memiliki potensi bencana paling rawan diantaranya bencana banjir dan...

News

Tengku Zul Ingatkan Ada Banyak Penguasa Diktator yang Tumbang, Sabar Kita Lihat

JAKARTA– Wakil Sekretaris Jenderal MUI, Ustaz Tengku Zulkarnian mengingatkan penguasa untuk tidak berbuat zalim atau bertindak diktator. Tengku Zul menyebutkan beberapa diktator di dunia justru...

Hadirkan Konektivitas di Seluruh Negeri Demi Wujudkan Kedaulatan Telekomunikasi

JAKARTA - Pembangunan infrastruktur merupakan satu dari lima aspek utama yang menjadi fokus pemerintah saat ini. Infrastruktur diyakini menjadi langkah penting untuk memperkuat posisi...

Giatkan Pengawasan Laut dan Udara, Bea Cukai Aceh Rangkul Dit. Polairudda Polda Aceh

Banda Aceh- Sebagai negara yang dianugerahi pulau-pulau yang terhampar, Indonesia membutuhkan pengawasan laut dan udara yang ketat. Hal ini dilaksanakan salah satunya oleh Bea...

Pertaruhan Incumbent: Hadapi Pilkada dan Pandemi

Maka tidak heran jika bansos untuk penanganan pandemi terjadi tidak tepat sasaran dalam penyalurannya. Warga yang butuh sokongan terlewatkan, sementara yang tidak cukup layak menerima justru malah mendapatkan jatah bantuan.

Vedomosti Hilang dari Peredaraan

JAKARTA – Kabar mengejutkan datang. Sejumlah editor senior surat kabar Vedomosti berhenti. Vedomosti merupakan koran berbasis bisnis. Cukup terkemuka Rusia. Tidak terbit sejak Senin (16/6). Bukan...

New Normal: Potensi More Pain No Gain?

Oleh: Fahmi Prayoga PANDEMI telah memaksa perubahan pada setiap individu, pemerintah, organisasi, dan perusahaan yang ada. Perubahan menjadi kunci utama untuk bertahan dan tetap produktif...

Di Jantung Epidemi

Pistol plastik kecil adalah termometer listrik yang selalu mengarah ke kepalaku. Setiap kali masuk di gedung-gedung bertingkat itu. Jika senja tenggelam, keramaian yang dulu memuncak...