Pesan Menkes untuk Para Jamaah Haji

Beranda Nasional Pesan Menkes untuk Para Jamaah Haji

FIN.CO.ID, JAKARTA – Euforia bulan Haji akan segera dirasakan oleh sebagian besar umat islam dunia, salah satu nya Indonesia. Banyak diantara umat islam yang akan melaksanakan kewajiban rukun Islam kelima. Para calon Jemaah haji yang akan diberangkatkan tentu perlu persiapan yang matang, terlebih lagi dari segi kesehatan. Menteri Kesehatan RI, Nila Farid Moeloek, meminta masyarakat agar mempersiapkan diri ketika berniat untuk berangkat haji.

Menkes mengingatkan agar cek kesehatan secara rutin penting dilakukan jauh sebelum hari keberangkatan. Tujuannya adalah agar kondisi kesehatan terjaga. Terlebih kondisi jemaah haji Indonesia sebagian besar berisiko tinggi, karena kategori lanjut usia atau menderita suatu penyakit, seperti Hipertensi, Diabetes Mellitus, dan lain-lain.

“Artinya supaya pada waktu berangkat, keadaan kesehatan kita baik karena memang dijaga. Kalau ada penyakit yang ditemukan dan bisa diobati, kita tangani. Misalnya bagi penderita Hipertensi, itu kan bisa ditangani dengan (rutin minum) obat, nah kita minta obat ini jangan dibawa. Hal-hal seperti ini perlu diingatkan, karena seringkali obatnya ketinggalan atau ditinggal”, tutur Menkes Nila Farid Moeloek saat dikonfirmasi dikutip dari sehat negeriku, Selasa (17/7/2018).

Selain melakukan pencegahan dini jauh sebelum keberangkatan, Kemenkes juga mengirimkan tim preventif promotif yang akan senantiasa mengingatkan jamaah tentang kesehatannya.

“Terutama bagaimana untuk menghadapi agar tidak heatstroke, karena kan (suhu) udara di sana kan tinggi, sekitar 50 derajat Celsius”, ujarnya.

Kemenkes juga mengirimkan Tim Gerak Cepat (TGC) yang akan menindaklanjuti bila terjadi kegawatdaruratan. Selain itu, di Arab Saudi ada fasilitas pelayanan kesehatan, yang dinamakan Kantor Kesehatan Haji Indonesia (KKHI) yang ada di Jeddah, Mekkah dan Madinah. Selain itu, dikarenakan beratnya tantangan di sana, Kemenkes tidak hanya mengirimkan tenaga kesehatan dari Indonesia saja, tetapi juga mempekerjakan tenaga kesehatan musiman di Arab Saudi, terutama untuk Wukuf.

“Contohnya, nanti pada saat wukuf. Semua jamaah haji kan harus wukuf di Arafah. Kalau yang tergeletak di RS kan harus tetap membawa mereka ke Arafah. Kita bawa (jamaah sakit) naik bus, diposisikan satu-satu dibawa ke Arafah, lalu kembali ke RS, itu namanya Safari Wukuf”, kata Menkes.

Sebelumnya Ketua DPR Bambang Soesatyo mengharapkan penyelenggaran dan pelayanan ibadah haji tahun ini bisa jauh lebih baik. Harapan Bamsoet panggilan akrabnya seiring mulainya pemberangkatan jemaah calon haji kelompok terbang (kloter) jemaah calon haji pertama Selasa (17/7).

Hal yang jadi perhatian khusus Bamsoet adalah penerapan beberapa sistem baru dalam penyelenggaraan ibadah haji, termasuk penggunaan gelang barcode dan sistem imigrasi. Menurutnya, Kementerian Agama (Kemenag) harus memastikan sistem-sistem baru dalam penyelenggaraan ibadah haji berjalan baik.

“Mendorong Kemenag untuk melakukan pengecekan sistem baru seperti gelang barcode jemaah haji agar dapat berfungsi dengan baik. Pastikan gelang barcode tersebut sudah memuat seluruh data dan informasi jemaah haji,’ ujar Bambang di Jakarta, Senin (16/7).

Legislator Golkar berlatar belakang aktivis Himpunan Mahasiswa Islam (HMI) itu juga meminta Kemenag beserta Kementerian Hukum dan HAM (Kemenkumham) meningkatkan pengawasan maupun pelayanan keimigrasian. Salah satunya terkait perekaman biometrik terhadap calon jemaah haji.

Bamsoet mengatakan, sistem baru harus memudahkan jemaah calon haji. “Agar pelaksanaannya tidak menyulitkan terutama bagi calon jemaah yang telah berusia lanjut,” ujar mantan Ketua Komisi III DPR yang membidangi keimigrasian itu.

Lebih lanjut Bamsoet mengatakan, hal yang tak kalah penting adalah pelayanan bagi jemaah selaam di Arab Saudi. Tiga komponen penting dalam pelayanan jemaah adalah konsumsi, pemondokan dan transportasi.

“Terutama bagi jemaah calon haji saat di Arafah. Persoalan kesehatan harus jadi perhatian khusus agar para jemaah bisa melaksanakan ibadah dengan aman dan nyaman,” katanya.

Selain itu, Bamsoet juga mengimbau para jemaah calon haji Indonesia dan para mutawif atau pembimbing tawaf agar selalu mematuhi ketentuan dari Kemenag ataupun Panitia Penyelenggara Ibadah Haji (PPIH). “Terutama mengenai rangkaian ibadah haji, maupun jadwal yang sudah ditetapkan,” pungkasnya.

Di sisi lain Kepala Pusat kesehatan haji Eka Jusuf Singka menyampaikan bahwa Jemaah haji Indonesia yang tidak lama lagi akan bertolak ke Tanah Suci di Arab Saudi melalui Perjalanan panjang dengan pesawat, menunggu lama di imigrasi, dan serangkaian ibadah yang memerlukan banyak stamina, dianjurkan selagi di kendaraan, tips untuk melakukan peregangan dari Kementerian Kesehatan yang dapat dilakukan untuk kepala, bahu, tangan, pinggang dan kaki.

Ia berharap kegiatan ini dapat dipimpin oleh Tenaga Kesehatan Haji Indonesia Kelompok Terbang (TKHI Kloter). “Senam dipimpin oleh TKHI Kloter. Bisa juga perorangan, gerakan yang dianjurkan seperti gerakan kepala, gerakan tangan, bahu, pinggang dan kaki. Semua gerakan ini sederhana dan dapat dilakukan secara mandiri dan yang tak kalah penting, lakukan senam sambil tersenyum.” jelas Eka. (ZEN/FIN)

Baca Juga

Berita Terbaru