Ditanya Soal Cawapres Jokowi, Mendagri Sebut TNI

FIN.CO.ID, BOGOR – Isu mengenai siapa yang bakal menjadi Calon Wakil Presiden (Cawapres) pendamping Joko Widodo (Jokowi) makin hangat. Menteri Dalam Negeri (Mendagri), Tjahjo Kumolo tak luput dari kejaran awak media terkait siapa yang ideal menjadi pendamping Jokowi untuk periode 2019-2024.

Menanggapi pertanyaan tersebut sambil tersenyum Tjahjo menjawab santai. Kata Tjahjo, sebagai pembantu presiden dirinya hanya TNI saja. Maksud TNI bukanlah Tentara Nasional Indonesia melainkan singkatan dari Taat Nurut Instruksi. Siapa pun yang akan dipilih jadi cawapres Jokowi, ia akan dukung.

“Saya sebagai pembantu pak Jokowi saya TNI. Saya Taat Nurut Instruksi apa yang menjadi arahan Bapak Jokowi,” kata Tjahjo usai menghadiri acara peringatan Hari Anti Narkotika Internasional di Balai Besar Rehabilitasi Narkotika Badan Narkotika Nasional (BNN), di Desa Cigombong, Lido, Bogor, Jawa Barat, Kamis (12/7) kemarin.

Tak puas dengan jawaban Mantan Sekjen PDI Perjuangan itu, para awak media kembali mendesak untuk membeberkan nama-nama yang masuk dalam radar Jokowi. “Kira-kira siapa saja nama-namanya pak?,” kata wartawan.

Di tanya seperti itu, Tjahjo meminta para wartawan agar menunggu saja waktu diumumkannya cawapres Jokowi. Pengumuman menunggu waktu tepat. Kemungkinan menjelang pendaftaran capres dan cawapres pada bulan Agustus nanti.

“Saya enggak tahu, tunggu tanggal mainnya. Bisa satu hari,  bisa satu jam sebelumnya,” katanya.

Terkait dari kalangan mana pendamping Jokowi nanti, Tjahjo mengatakan jangan ada dikotomi antara sipil dan militer. Baginya cawapres itu  yang penting  bisa mengemban amanah. Bisa bekerja sama dengan presiden.

Isu duet Jokowi dan Gubernur NTB, Muhammad Zainul Majdi atau akrab disapa Tuan Guru Bajang (TGB), Tjahjo mengaku belum mengetahui hal itu. “Wah tidak tahu,” jawab Tjahjo pendek.

Sementara sosok mantan Ketua MK, Mahfud MD yang santer dikaitkan sebagai pendamping Jokowi. Dimana Tjahjo, sosok Mahfud merupakan seorang teman yang baik. Ia sudah cukup lama mengenal dan berteman dengan mantan Ketua MK.

Tjahjo menambahkan, kalau pun misalnya sekarang TGB mendukung Jokowi, hal itu wajar. Sebagai seorang gubernur, TGB tentunya mengemban aspirasi masyarakat. Tentu suara TGB bisa dikatakan representasi suara masyarakat. Jadi jangan dilihat gubernur itu dari parpol mana.

“Sekarang orang bebas memilih kok. Anda bebas punya pilhan, jangan dilarang. Kalau saya STMJ saja lah. Saya Tetap Milih Jokowi,” kata Tjahjo. (Hrm)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here