KPK Jalin Kerjasama dengan Lembaga Asal Korea

Beranda Nasional KPK Jalin Kerjasama dengan Lembaga Asal Korea

FIN.CO.ID, Jakarta – Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) dan lembaga antirasuah Korea Selatan Anti-Corruption and Civil Right Commission (ACRC) melakukan perpanjangan kerja sama terkait pemberantasan korupsi. KPK menilai ACRC telah sukses melakukan pencegahan rasuah di Negeri Gingseng. Setidaknya, ada tiga lingkup bidang yang dilerpanjang kerjasamanya oleh kedua belah pihak.

“Soal pertukaran pengetahuan dan pengalaman, seputar teknologi pemberantasan korupsi, juga soal pelatihan-pelatihan,” ujar Ketua KPK, Agus Rahardjo di Gedung KPK, Jakarta, pada Rabu (4/7).

Agus menuturkan, ACRC telah berhasil menanamkan perilaku antikorupsi di masyarakat Korea Selatan. “Yang penting kita pelajari, merubah mentalitas, mindset itu,” kata Agus.

Bahkan, sambung Agus, saat ini ACRC sudah tidak lagi melakukan kegiatan penindakan. “Terjadi perubahan perilaku di masyarakat. Sekarang ini ACRC ini tidak lagi melakukan penindakan. Hanya pencegahan. Penindakan kembali pada polisi dan kejaksaan,” ujarnya.

Sebagai informasi, KPK – ACRC telah melakukan kerja sama sejak 2009 lalu. Nota kesepahamannya terakhir diperbarui pada 2016.

“KPK telah menandatangani MoU dengan ACRC pada 2009. Saya sendiri yang datang. Waktu itu disaksiskan dua presiden. presiden Jokowi dan Presiden Korea Selatan. Hari ini mau di perpanjang lagi,” kata Agus.

Sementara itu, Vice Chairperson ACRC, Lee Geonlee menyatakan perpanjangan kerja sama ini guna melanjutkan dan meningkatkan upaya pemberantasan korupsi di kedua negara. “Melakukan perpanjangan kerjasama yang telah terjalin 12 tahun lamanya,” ucapnya.

Lee menjelaskan, saat ini KPK dan ACRC tengah berencana untuk menyusun pedoman pencegahan korupsi korporasi. “Akan disusun sistem terintegrasi pencegahan korupsi,” tambahnya.

Lee juga bercerita soal kedatangan Presiden Korea Selatan, Moon Jae-in ke Indonesia beberapa waktu lalu. Moon datang untuk melakukan kerjasama di bidang pertahanan, ekonomi, infrastruktur dan bidang-bidang lainnya dengan Indonesia.

“Oleh karena itu, sangat diperlukan kerjasama antara kedua negara termasuk kedua organisasi, antara KPK – ACRC,” imbuh Lee.

Kemudian, Lee juga bercerita soal upaya yang dilakukan ACRC dalam memberantas korupsi di Korea Selatan. Ia menjelaskan tiga strategi yang diterapkan ACRC sejak lembaga ini didirikan.

“Pertama, melakukan kerja sama dengan instansi pemerintah lain, termasuk pemerintah pusat. Yang kedua, tugas kami adalah memberantas korupsi, untuk itu perlu upaya partisipasi dari masyarakat juga,” paparnya.

Ketiga, kata Lee melakukan kerja sama internasional dengan lembaga serupa, di negara lain. “Salah satunya kami melakukan kerja sama dengan KPK dari Indonesia. Karena Indonesia dinilai terbuka dalam menyelesaikan atau mengatasi pemberantasan korupsi,” pungkasnya.(Rif/FIN)

Baca Juga

Rekomendasi Lainnya

Ramai Soal Rasisme, Prof Henuk Pernah Sandingkan Foto Pigai dengan Monyet dan Bilang Orang Papua Bodoh

JAKARTA- Nama Guru Besar Universitas Sumatera Utara (USU), Prof Yusuf Leonard Henuk juga disebut-sebut netizen di media sosial, setelah Kepolisian menangkap Ketua Relawan Jokowi-...

Anggaran UMKM Tahun 2021 Paling Besar

JAKARTA - Program pemulihan Ekonomi Nasional (PEN) dilanjutkan di 2021. Bantuan kepada masyarakat akan menelan biaya sekitar Rp553,09 triliun."Alokasi pemulihan ekonomi di 2021 ini...

Diskon Tarif Listrik Diperpanjang Hingga Juni 2021

JAKARTA - Pemberian diskon tarif listrik kembali diperpanjang yang semula Januari-Maret 2021, menjadi hingga Juni 2021. Pemberian stimulus listrik kali ini berbeda dari periode...

Presiden Jokowi Ikut Vaksin Kedua

JAKARTA-  Presiden Joko Widodo mendapatkan vaksinasi COVID-19 kedua kalinya masih dengan vaksin Sinovac yang dilaksanakan di lingkungan Istana Kepresidenan Jakarta pada Rabu (27/1).Seperti pelaksanaan...

Baca Juga

Berita Terbaru

Foto-Foto

News