Soal e-KTP Djarot, Dirjen Dukcapil Merasa Disudutkan

    FIN.CO.ID, JAKARTA – Polemik penerbitan KTP Elektronik (e-KTP) milik calon Gubernur Sumatera Utara (Sumut), Djarot Saiful Hidayat masih terus bergulir. Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri) dalam hal ini Direktorat Jenderal Kependudukan dan Pencatatan Sipil merasa tersudutkan atas penerbitan e-KTP tersebut. Padahal, menurut Kemendagri penerbitan e-KTP tersebut sudah berjalan sesuai dengan prosedur yang ada.

    Direktur Jenderal Kependudukan dan Pencatatan Sipil Kemendagri, Zudan Arief Fakrulloh, menegaskan e-KTP baru Djarot Saiful Hidayat sudah diurus sesuai prosedur. Berdasarkan hasil penelusuran, munculnya polimik penerbitan e-KTP milik Djarot dikarenakan ada camat yang tak paham aturan baru. Olehnya itu, Zudan perlu melakukan klarifikasi untuk menjelaskan duduk perkara sebenarnya terkait polemik e-KTP mantan Wakil Gubernur DKI Jakarta itu.

    “Karena di media sosial, informasi yang berkembang cenderung menyesatkan. Polemik dipicu setelah sebuah media online memuat berita dengan judul beritanya cukup sensasional : Misteri KTP Medan Milik Djarot, Pak Camat : Berkasnya Nggak Ada, Kok Bisa Terbit?. Pemberitaan yang berkembang di “menyudutkan” Dukcapil Kemendagri, seolah-olah telah menerbitkan e-KTP palsu atas nama Djarot Saiful Hidayat,” kata Zudan di Jakarta, Minggu (10/6).

    Karena telah jadi sorotan publik, pihaknya kemudian dengan cepat menelusuri duduk perkara sebenarnya. Kemendagri mencoba meneliti apakah ada pelanggaran dalam penerbitan e-KTP itu. Setelah ditelusuri, history data pengurusan e-KTP Medan milik Djarot, diurus sesuai prosedur. Artinya itu KTP asli atau sah. Bukan KTP misterius seperti yang ditulis oleh media online dengan judul bombastisnya.

    “Hasil penelusuran kami terhadap history data yang bersangkutan dalam database kependudukan menunjukkan bahwa e-KTP Djarot Saiful Hidayat adalah e-KTP asli atau sah yang diterbitkan melalui prosedur yang benar,” tuturnya.

    Dijelaskan, mengenai proses pengurusan e-KTP milik Djarot Saiful Hidayat tersebut diterbitkan oleh Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil Kota Medan sebagai instansi pelaksana sesuai dengan ketentuan yang diamanatkan UU Nomor 24 Tahun 2013. Dasar penerbitannya adalah SKPWNI/3174/01062018/0001 tanggal 1 Juni 2018 dari daerah asal Kota Administrasi Jakarta Selatan ke daerah tujuan Kota Medan.

    Data dan e-KTP yang bersangkutan diupdate pada Senin, 4 Juni 2018 pukul 10: 48: 39 AM oleh pemegang username nomor: 1271budi. Namun yang disayangkan pernyataan Camat Medan Polonia, M Agha Novrian yang menyatakan tak ada berkas surat pindah dari daerah asalnya ke kelurahan yang diteruskan ke camat.

    Pernyataan itu yang memicu polemik. Lebih lanjut, sangat disayangkan, seorang camat tak tahu dan tak paham aturan serta prosedur baru dalam pengurusan e-KTP. Padahal, aturan baru tak lagi mensyaratkan adanya pengantar dari RT, RW, Lurah, Kepala Desa dan Camat.

    “Pernyataan saudara Agha Novrian, Camat Medan Polonia, yang menyatakan, dia harus membawa surat pindah dari asalnya ke kelurahan. Nanti dari kelurahan diteruskan ke Camat. Setelah ada rekomendasi dari kecamatan baru kita rekomendasi ke Disdukcapil, tidak tepat. Camat Polonia menunjukkan bahwa dia tidak memahami perkembangan pelayanan Dukcapil yang tidak lagi mensyaratkan pengantar RT/RW, Lurah/Kades, dan Camat dalam pengurusan dan penerbitan e-KTP. Kecuali pengurusan dan penerbitan KTP-el untuk pertama kalinya,” kata Zudan.

    Sementara itu, Kepala Pusat Penerangan Kemendagri, Bahtiar meminta agar masyarakat, terutama pengguna media sosial, tidak mudah terhasut oleh informasi atau isu yang belum jelas kebenarannya. Apalagi jika informasi itu disebarkan oleh media yang juga tak jelas. Ia berharap, publik setiap menerima informasi untuk menelaah dan meneliti, apakah informasi itu benar atau tidak. Juga perlu dilihat, apakah media yang memuat itu adalah media yang kredibel. Sangat penting kembali melakukan cross check, tidak lantas asal ikut menyebarkan.

    LEAVE A REPLY

    Please enter your comment!
    Please enter your name here