Ujaran Kebencian Banyak Libatkan Dosen

HomeHukum dan KriminalUjaran Kebencian Banyak Libatkan Dosen

FIN.CO.ID – Badan Kepegawaian Negara (BKN) baru-baru ini merilis jumlah aduan bagi para Aparatur Sipil Negara (ASN). Mereka  dilaporkan terlibat dalam kasus ujaran kebencian khususnya penggunaan media sosial.

Dari data yang dihimpun dari LAPOR-BKN hingga Mei 2018, BKN telah menerima  14 aduan ujaran kebencian yang melibatkan ASN, baik ditingkat pusat dan daerah. Dari jumlah tersebut, paling banyak justru melibatkan orang yang berpendidikan tinggi.

“Terlapor terbanyak berprofesi sebagai Dosen ASN, kemudian diikuti oleh PNS (Pegawai Negeri Sipil) Pemerintah Pusat, PNS Pemerintah Daerah (Pemda) dan guru,” kata Kepala Biro Humas BKN, Mohammad Ridwan, dalam siaran persnya, di Jakarta, Jumat (6/6).

Aduan yang bermuatan penyebaran berita palsu dan ujaran kebencian terhadap suku, agama, ras, dan antargolongan (SARA) yang diterima Humas BKN tersebut, menurut Ridwan, disertai dengan lampiran bukti berupa postingan di media sosial. Seperti Facebook dan Twitter, postingan konten berita palsu di media sosial dan dugaan keterlibatan sebagai simpatisan pada organisasi yang dilarang Pemerintah.

BACA JUGA:

Sebelumnya, BKN telah mengeluarkan Surat Kepala BKN Nomor K.26 30/V.72-2/99 kepada Pejabat Pembina Kepegawaian (PPK) Instansi Pusat dan Daerah perihal Pencegahan Potensi Gangguan Ketertiban dalam Pelaksanaan  Tugas dan Fungsi PNS, meneruskan dari Surat Edaran Kementerian  Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi Nomor 137 Tahun 2018 tentang Penyebarluasan Informasi Melalui Media Sosial Bagi ASN.

“Kedua surat tersebut mengakomodasi imbauan bagi seluruh ASN Pusat dan Daerah untuk menjalankan fungsinya sebagai perekat pemersatu bangsa sesuai amanat Undang-Undang Nomor 5 Tahun 2014 tentang ASN, dan diminta secara bijak dalam penggunaan media sosial, khususnya untuk penyebarluasan informasi dan dilarang terlibat aktivitas ujaran kebencian,” pungkas Ridwan. (HRM/FIN)

Baca Juga

Berita Terbaru