Jelang Lebaran, Rupiah Bakal Terjadi Depresiasi

HomeEkonomiJelang Lebaran, Rupiah Bakal Terjadi Depresiasi

FIN.CO.ID, JAKARTA – Nilai tukar rupiah yang ditransaksikan antarbank di Jakarta, Jumat (8/6) sore, melemah sebesar 57 poin menjadi Rp13.932dibandingkan posisi sebelumnya Rp13.875 per dolar AS. Posisi terlemah rupiah berada di Rp13.943 per dolar AS, sementara posisi terkuatnya ada di Rp13.887 per dolar AS.

Menanggapi hal tersebut, konom Indef, Bhima Yudhistira mengatakan, kondisi kurs rupiah hari ini memang sedang mengalami tekanan pelemahan. Begitu juga setelah libur lebaran nanti. “Rupiah diproyeksi kembali melemah ke 13.990-14.100 per dollar AS,” ujar dia ketika dihubungi, di Jakarta, Jumat (8/6).

Bhima juga memproyeksi, suku bunga acuan bakal dinaikkan pasca lebaran. Hal itu untuk mengantisipasi bank Sentral AS, the Fed yang akan menggelar rapat FOMC. Pada moment ini biasanya rupiah bergejolak. “Bisa jadi naik lagi 25 bps,” kata Bhima.

BACA JUGA:

Masalah lain yang membebani nilai tukar adalah defisit transaksi berjalan makin melebar sampai akhir tahun diprediksi 2,3-2,5% terhadap PDB. Kemudian neraca perdagangan diproyeksi mengalami defisit hingga Agustus karena tingginya impor migas dan bahan baku dan melemahnya kinerja ekspor non migas. Selain itu, berdekatan dengan pilkada investor pun lebih menahan diri.

“Upaya yang harus dilakukan adalah menaikan kembali bunga acuan apabila diperlukan sesuai arahan BI ahead the curve dan preemptive policy, serta meningkatkan cadev melalui dorongan sektor pariwisata serta ekspor,” kata dia.

(Mad/FIN)

Baca Juga

Berita Terbaru