Breaking News
Muhammad Isnur/Arief FIN

Soal RKUHP, Sejumlah LSM Tempuh Jalur Hukum

FIN.CO.ID, JAKARTA – Sejumlah Lembaga Swadaya Masyarakat (LSM) menempuh upaya hukum, menuntut Revisi Kitab Undang-Undang Hukum Pidana (RKUHP) ditunda pengesahannya. Sebab, Pemerintah dan DPR saat ini, tidak menyusun RKUHP dengan merujuk pada terjemahan resmi. Hal ini dinilai bakal menimbulkan segudang masalah.

Sejumlah LSM yang terdiri dari Yayasan Lembaga Bantuan Hukum Indonesia (YLBHI), Institute for Criminal Justice Reform (ICJR) dan Lembaga Bantuan Hukum Masyarakat (LBH Masyarakat) menilai, jika penyusunan RKUHP ini tetap berlanjut dan segera disahkan, maka bakal menimbulkan tafsir sumir dan menjadikan tidak adanya keseragaman makna dalam KUHP yang ada saat ini.

Ketua Advokasi YLBHI, Muhammad Isnur menyatakan pemerintah dan DPR harus menunda penyusunan RKUHP sebelum disahkan satu RKUHP resmi. Mengingat, saat ini ada tiga varian KUHP yang ada di Indonesia. Ada sejumlah pasal yang berbeda bunyinya dari ketiganya.

“Contonya bunyi pada pasal 55. Jadi, bisa jadi saya sebagai pengacara pakai KUHP (varian 1) ini, Jaksa nuntut pakai KUHP (varian 2) ini, dan hakim memutus pakai KUHP (varian 3) ini,” ujarnya di Gedung Pengadilan Negeri Jakarta Pusat, Jumat (8/6) sembari menunjukan 3 varian KUHP yang digunakan di Indonesia.

Lantas, dalam tuntutannya Isnur mendesak agar pemerintah dan DPR bertindak bijak terkait RKUHP ini. “Pilihannya sekarang adalah dua, apakah anda (Pemerintah dan DPR) mau memenjarakan banyak orang atau menunda (penyusunan dan pengesahan RKUHP) demi kemaslahatan banyak orang,” imbuhnya.

Termasuk dalam hal ini, sambung Isnur, pemerintah dan DPR perlu bijak menyikapi pasal Tindak Pidana Korupsi (Tipikor) yang tercantum pada RKUHP. Meningat, Tipikor dan semua pihak yang terkait atasnya bakal turut kena imbas dari tafsir sumir RKUHP ini. “Ini, untuk maslahat. Bagaimana mendengarkan semua pihak yang mungkin terkena RKUHP,” katanya.(RIF/FIN)

About Gatot

Check Also

BPN Ajukan 51 Bukti Gugatan, MK Jangan Jadi Lembaga Kalkulator!

FIN.CO.ID, JAKARTA – Narasi bernada kritik kembali dilemparkan oleh Bandan Pemenangan Nasional (BPN) 02 Prabowo-Sandi. ...

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Do NOT follow this link or you will be banned from the site!