Pasca Ditetapkan Tersangka, Rumah Calon Bupati Petahana Syahri Mulyo Sepih

FIN.CO.ID, Suasana rumah induk calon bupati petahana Syahri Mulyo di Ngantru, Kabupaten Tulungagung, Jawa Timur, Jumat, terpantau sepi aktivitas, berbeda dari biasanya yang selalu ramai oleh relawan dan pendukung.

Syahri dikabarkan sudah pergi meninggalkan rumahnya di Desa Ngantru, Kecamatan Ngantru sejak Rabu (6/6) petang atau beberapa saat setelah tim penyidik KPK menangkap Kepala Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Kabupaten Tulungagung Sutrisno di halaman pendopo Kongas Arum Kusumaning Bongso.

“Pintu gerbang tutup terus dari kemarin lusa,” kata Anang, salah seorang warga memberitahu.

Kondisi itu kontras dibanding hari-hari sebelum ada peristiwa OTT (operasi tangkap tangan) KPK.

Rumah Syahri yang berciri arsitek modern berpadu klasik dengan konsep joglo di bangunan tambahan di belakang biasanya selalu ramai.

Warga datang silih berganti dari pagi, siang hingga malam.

Soal menghilangnya Syahri Mulyo dalam beberapa hari terakhir, juru bicara tim pemenangan Syahri Mulyo – Maryoto Bhirowo (Sahto), Heru Santoso mengaku tidak tahu.

“Kami akan terus mencoba melakukan upaya konfirmasi dan komunikasi dengan Pak Syahri Mulyo maupun Pak Maryoto Bhirowo selaku calon kami. Termasuk upaya komunikasi dan koordinasi dengan teman partai di DPD maupun DPP (PDIP), ” kata Heru.

Kabar yang berkembang, Syahri Mulyo saat ini dalam perjalanan menuju Jakarta.

Kader PDIP yang juga mantan Bupati Tulungagung periode 2013-2018 itu informasinya berniat menyerahkan diri ke komisi antirasuah di gedung merah putih KPK, di Jakarta, setelah dirinya resmi ditetapkan sebagai tersangka korupsi proyek infrastruktur peningkatan jalan di Tulungagung. (ANT/fin)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here