Menlu Retno Marsudi Bertemu Menlu AS di New York

FIN.CO.ID,Menteri Luar Negeri RI Retno L.P. Marsudi melakukan pertemuan bilateral dengan Menteri Luar Negeri Amerika Serikat Michael Richard Pompeo di Kemlu AS, Washington DC untuk membahas upaya memperkuat kemitraan strategis kedua negara.

Pertemuan tersebut merupakan pertemuan pertama Menlu RI dengan Menlu Pompeo sejak ditunjuk sebagai Menlu AS pada April 2018, seperti disampaikan dalam keterangan pers yang diterima di Jakarta, Rabu.

Pertemuan bilateral itu dilakukan Menlu RI di sela-sela rangkaian kegiatan di Markas Besar PBB untuk pencalonan Indonesia sebagai anggota tidak tetap Dewan Keamanan PBB.

Kedua Menlu membahas beberapa prioritas bidang kerja sama, antara lain kerja sama ekonomi, penanggulangan terorisme dan kerja sama pertahanan.

Terkait hal itu, Menlu RI menyampaikan undangan kepada Menlu AS untuk melakukan kunjungan ke Indonesia dalam rangka melakukan Pertemuan “Annual Ministerial Strategic Dialogue” sebagai salah satu implementasi kemitraan strategis.

Kedua Menlu juga membahas kerja sama penanggulangan terorisme. Dalam hal ini, Menlu RI menekankan pentingnya isu pemberdayaan perempuan dalam upaya pemberantasan terorisme.

Dalam pertemuan itu, Menlu Retno juga menyampaikan bahwa kunjungannya ke Amerika Serikat adalah dalam rangka pencalonan Indonesia sebagai anggota tidak tetap Dewan Keamanan PBB. Untuk itu, Menlu RI mengharapkan dukungan AS pada pemilihan di Majelis Umum PBB pada 8 Juni 2018.

Selain isu-isu bilateral, kedua Menlu membahas perkembangan berbagai isu kawasan dan global, termasuk isu Palestina. Menlu Retno pun menyampaikan kembali posisi Indonesia yang mendukung perjuangan Palestina.

Selain isu Palestina, kedua Menlu juga membahas tentang situasi di Semenanjung Korea dan Indo-Pasifik.

Pemerintah Indonesia mengharapkan rencana KTT AS- Korea Utara dapat membuahkan hasil menuju de-nuklirisasi Semenanjung Korea. Perdamaian di Semenanjung Korea akan berkontribusi terhadap stabilitas di kawasan lebih luas, termasuk di Asia Tenggara.

Selain itu, kedua Menlu juga menegaskan pentingnya untuk terus berkomunikasi mengenai pengembangan Indo-Pasifik yang inklusif, mengedepankan kerja sama dan penghormatan terhadap hukum Internasional.(ant/fin)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here