Rekrutmen CPNS 2018, Ini Kabar Terbaru

    FIN.CO.ID, JAKARTA – Kementerian Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi (KemenPAN-RB) hingga saat ini masih terus merampungkan data-data usulan formasi Rekruitmen Calon Pegawai Negeri Sipil (CPNS) tahun 2018 yang diusulkan.

    Proporsi formasi terbesar untuk rekrutmen tahun 2018, rencananya akan dipriorotaskan ke jabatan-jabatan teknisdan spesialis.

    Dikutip dari situs KemenPAN-RB, rekrutmen CPNS akan diprioritaskan untuk tenaga pendidikan dan kesehatan, tenaga pendukung pembangunan infrastruktur, poros maritim, ketahanan energi, serta ketahanan pangan. Hal itu dilakukan guna mendukung pembangunan daerah tertinggal, terluar, dan terdepan.

    Begitu juga, spesialisasi keahlian dianggap penting mengingat perencanaan dan usulan aparatur sipil negara (ASN) baru harus difokuskan pada jabatan-jabatan spesifik sesuai core business instansi, arah pembangunan nasional/daerah, dan sasaran nawacita.

    Kabar gembira bagi Anda para pencari kerja. Pada bulan Juli tahun 2018 pemerintah melalui Badan Kepegawaian Negara (BKN) bakal menggelar rekrutmen untuk Calon Pegawai Negeri Sipil (CPNS). Proporsi terbesar formasi CPNS tahun ini akan difokuskan untuk jabatan-jabatan teknis dan spesialis.

    Hal itu diungkapkan Kepala Biro Hukum, Komunikasi dan informasi Publik KemenPAN-RB, Herman Suryatman. Dikatkan, saat ini pihaknya masih melakukan validasi data usulan formasi yang sudah masuk untuk menentukan jumlah formasi tiap-tiap kementerian/lembaga dan instansi di daerah.

    “Saat ini masih validasi data. Tunggu saja kalau sudah fiks nanti kami konfirmasi,” kata Herman kepada Fajar Indonesia Network (FIN), Senin (5/6).

    Untuk setiap daerah atau Pejabat Pembina Kepegawaian (PPK) dalam hal ini kepala daerah berwewenang untuk mengajukan formasi CPNS yang dibutuhkan. Namun, tentunya didasari dengan analisis jabatan dan beban kerja di daerah.

    “Semua PPK berwenang mengajukan formasi. Syaratnya ya melakukan analisis jabatan dan analisis beban kerja,” tambahnya.

    Untuk jadwal rekruitmen nantinya, lanjut Herman tidak harus dilaksanakan serentak. Tapi, hal itu dilakukan berdasarkan dengan kesiapan instansi masing-masing, termasuk instansi di daerah.

    “Tergantung kesiapan instansi masing-masing. Yang mana yang sudah siap itu yang didahulukan,” tegasnya.
    Seperti diketahui, saat ini jumlah ASN secara nasional sudah mencapai lebih dari 4,3 juta orang, dengan proporsi terbesar selain guru adalah tenaga pelaksana atau administrasi, sebesar 1,6 juta atau sekitar 38%.

    Pemerintah dalam hal ini menyatakan diperlukan ASN yang profesional, berwawasan global, menguasai teknologi informasi dan bahasa asing, memiliki daya hospitality, entrepreneurship, dan networking, serta harus memiliki rasa nasionalisme dan berintegritas.

    Untuk itu, dalam pelaksanaan rekrutmen dan seleksi CPNS harus berdasarkan 6 (enam) prinsip yakni kompetitif, adil, objektif, transparan, bersih dari prartik KKN serta tidak dipungut biaya.

    Hal ini bertujuan untuk memastikan bahwa usulan Kebutuhan PNS pada Kementerian/Lembaga (K/L) tahun 2018 sudah sesuai dengan arah pembangunan nasional dan kebutuhan organisasi sehingga tidak terjadi mismatch.
    Hingga saat ini KemenPAN-RB masih menyusun formasi yang sesuai untuk kebutuhan CPNS 2018.

    Jumlahnya sendiri sudah diajukan ke Kementerian Keuangan (kemenkeu). Namun berdasarkan data, jumlah pensiunan PNS pada tahun ini bakal mencapai angka 250 ribu orang.

    Jumlah tersebut terbagi atas 38 ribu orang pegawai pemerintah pusat dan sisanya merupakan pegawai di daerah. KemenPAN-RB sendiri memproyeksikan bahwa jumlah pendaftar akan mencapai 60% hingga 70% dari total jumlah PNS pensiun. (Hrm/fin)

    LEAVE A REPLY

    Please enter your comment!
    Please enter your name here