Tragis, Tangan Bayi Baru Lahir Patah Ditarik Paksa Bidan

Beranda Nusantara Tragis, Tangan Bayi Baru Lahir Patah Ditarik Paksa Bidan

FIN.CO.ID, SINJAI – Seorang bayi baru lahir mengalami patah tangan di RSUD Sinjai, Sulawesi Selatan. Penyebabnya, saat lahir tangan bayi tersebut ditarik paksa bidan yang menanganinya.
Bayi tersebut adalah buah hati pasangan Andi Yuliana Lukman dan Jufrianto.

Diceritakan istri Jufrianto, dirinya melahirkan di RSUD Sinjai pada Jumat 11 Mei. Namun, hingga saat ini, warga Desa Bulu-bulu, Kecamatan Tonra, Bone, Sulawesi Selatan masih menyesalkan perlakuan bidan yang membantu persalinannya.

Pasalnya, persalinan normal yang dilaluinya harus berujung kecewa. Bidan yang membantu justru menarik paksa bayinya hingga patah tangan.

“Kejadian ini benar-benar membuat saya trauma. Saya tidak habis pikir cara kerja mereka yang semestinya mengedepankan keselamatan ibu dan bayi, malah mencelakakan,” ungkap Yuli, Selasa (29/5).

Yang paling menyesalkan kata Yuli, karena keempat bidan yang membantu persalinannya, tidak didampingi dokter dengan alasan sedang rapat.

Karena itu, pihaknya melaporkan kejadian ini ke Polres Sinjai. “Kami beserta keluarga sudah sepakat melaporkan kejadian ini kepada pihak berwajib, agar menjadi pembelajaran bersama dalam memberikan pelayanan secara profesional,” sebutnya seperti diberitakan Harian Fajar.

Direktur RSUD Sinjai, Amaluddin yang dikonfirmasi membenarkan kejadian tersebut. Namun ia mengklaim tindakan yang diambil bidan sudah sesuai standar operasional prosedur (SOP).
Alasannya, karena terjadi perbedaan proporsi antara kepala bayi dan jalan lahir. Sehingga hal itu merupakan resiko persalinan yang harus dilakukan.

Bahkan, kadang pula dilakukan pematahan sengaja untuk memudahkan persalinan. “Kepala bayi sudah ke luar sebagian, tetapi tersangkut, makanya dipaksa, setelah ke luar kepalanya, namun bahunya lagi tersangkut, makanya kami ambil tindakan daripada ibu atau anaknya meninggal,” jelasnya.

Pihaknya pun siap menjalani proses hukum yang diajukan keluarga korban. Kasat Reskrim Polres Sinjai, AKP Ramli membenarkan laporan ini. Pihaknya segera melakukan penyelidikan untuk mengumpulkan bukti-bukti. (FJR-FIN)

Baca Juga

Rekomendasi Lainnya

43.297 Pasien Wisma Atlet Sembuh

JAKARTA - Rumah Sakit Darurat (RSD) Wisma Atlet, Kemayoran, Jakarta, mencatat jumlah pasien COVID-19 yang sembuh hingga Mingggu (17/1) mencapai 43.297 orang. Jumlah tersebut...

Vaksinasi Tumbuhkan Kekebalan 

JAKARTA - Kementerian Kesehatan (Kemenkes) meminta masyarakat tetap mematuhi protokol kesehatan COVID-19. Vaksinasi adalah upaya menumbuhkan kekebalan tubuh dari virus. Disiplin 3M (Memakai Masker,...

Vaksin COVID Aman, Jangan Ragu Disuntik

JAKARTA - Vaksin COVID-19 yang digunakan pemerintah dalam program vaksinasi nasional aman. Sebab telah melewati fase pengujian keamanan."Kalau ditanya apakah vaksin aman, saya katakan...

Pascagempa Majene, Atlet Sepak Takraw Sulbar PON 2021 Dipulangkan ke Keluarga

MAKASSAR - Atlet tim sepak takraw Sulawesi Barat Pekan Olahraga Nasional (PON) XX 2021 dipulangkan ke keluarga masing-masing pasca gempa yang mengguncang wilayah Mamuju...

Baca Juga

Berita Terbaru

Foto-Foto

News