-advertisement-
-advertisement-
HomeNusantaraOwalaa Pak Kadis, Masak Siswa SD 030 Belajarnya di Lantai

Owalaa Pak Kadis, Masak Siswa SD 030 Belajarnya di Lantai

FAJAR.CO.ID, TARAKAN – Pelajar SDN 030 yang sejak beberapa tahun belakangan ini belajar dengan duduk melantai, tidak lama lagi memiliki meja dan kursi. Namun, bukan dari pengadaan pemerintah daerah, melainkan dari pihak yang terketuk hatinya membantu.

Sumijah, Kepala SDN 030, mengaku sudah didatangi pihak yang ingin menyumbang meja dan kursi. Donatur tersebut mengetahui kondisi pelajar SDN 030 belajar tanda meja dan kursi setelah membaca berita di media massa. Bahkan, telah meninjau ke SDN 030.

“Harapan kami mudah-mudahan kekurangan di sekolah ini, terutama bangku, meja, bisa segera terpenuhi,” ujar perempuan yang baru menjabat kepala SDN 030 beberapa minggu ini menggantikan Jhonny Fransiskus, Selasa (3/4).

Menurut Sumijah, sesuai kebutuhan yang belum terpenuhi untuk empat ruang. Pihaknya membutuhkan masing-masing 120 meja dan kursi. Dengan rincian, setiap kelas diisi 30 siswa. Kebutuhan itu pun diakuinya siap dipenuhi donatur.

Meja dan kursi dianggap kebutuhan paling pendesak di antara kekurangan yang ada di sekolah itu, karena dinilai Sumijah bisa memengaruhi kesehatan, serta proses belajar mengajar.

Misal, dengan kondisi duduk di lantai, secara otomatis berdampak pada tulang belakang siswa yang akan terbiasa membungkuk. Begitu juga dengan proses belajar mengajar.

Sedangkan kekurangan lain seperti adanya ruang yang satu dan lain tanpa dipisahkan sekat berupa tembok, Sumijah mengaku sudah diatasi dengan mengagendakan kegiatan rehab ringan melalui Bantuan Operasional Sekolah (BOS). Selama ini pihak sekolah hanya memasang terpal sebagai pembatas.

“Kami bisa tangani sendiri. Kalau kami menunggu pemborong, kapan? Berapa bulan kondisi kelas seperti itu, kan enggakmaksimal belajarnya,” tuturnya.

Sebenarnya, lanjut Sumijah, ada donatur lain yang sudah memberikan bantuan berupa kursi plastik. Namun, kursi tersebut belum bisa digunakan karena pihaknya masih menunggu meja.

“Mudah-mudahanlah secepatnya,” imbuhnya.

Sementara itu, perwakilan donatur yang ingin memberikan bantuan, Enrico Hutasoit membenarkan niatan tersebut. Pihaknya prihatin melihat kondisi belajar siswa, setelah melihat langsung kenyataannya.

“Ternyata banyak kekurangan di sana sini,” ujarnya.

Sebagai tindak lanjut dari kunjungan itu, pihaknya segera mengusulkan ke perusahaan untuk pengadaan meja dan kursi sebanyak yang dibutuhkan dan masuk program tanggung jawab sosial perusahaan di bidang pendidikan bersama bantuan kegiatan lain.

Enrico mengaku akan secepatnya mengurus bantuan tersebut agar bisa dimanfaatkan sekolah. Selain meja dan kursi, pihaknya juga menawarkan bantuan lain yang sekiranya belum dimiliki SDN 030. Namun, yang paling utama adalah keperluan yang dianggap mendesak terlebih dahulu seperti meja dan kursi. (mrs/fen)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

-advertisement-
-advertisement-