Serahkan Proses Hukum ke Polisi, Ketua MPR Ajak Masyarakat Maafkan Sukmawati

    FAJAR.CO.ID, JAKARTA – Puisi berjudul ‘Ibu Indonesia’ yang dibacakan oleh Sukmawati Soekarno Putri berujung masalah. Isi dalam puisi tersebut disinyalir melakukan penistaan terhadap syariat Islam dengan menyamakan suara kidung dengan suara adzan.

    Tak sampai disitu, anak Bung Karno ini juga mengatakan dalam puisinya kalau konde lebih bagus dari cadar yang dipakai oleh seorang perempuan Islam. Atas dasar itu, pihak Islam langsung melayangkan protes dan melaporkan Sukmawati ke Polda Metro Jaya.

    Setelah mendapat protes dari pihak Islam, kakak kandung Megawati Soekarno Putri ini langsung meminta maaf secara terbuka. Meski sudah meminta maaf, Sukmawati secara resmi telah dilaporkan ke polisi.

    Ketua MPR RI Zulkifli Hasan menyayangkan kejadian itu, karena masalah SARA di bangsa ini sangat sensitif yang bisa berakhir pada pecah belah antar anak bangsa. “Ini rumah kita, ini bangsa kita, janganlah bawa-bawa SARA apalagi agama itu sangat sensitif. Kalau terus begitu bahaya, kita bisa pecah belah,” kata Zulkif Hasan di Ruang Kerjanya, Kamis (5/4).

    Untuk itu, Zulkifli Hasan meminta agar masyarakat Indonesia khusunya umat Islam memaafkan Sukmawati dan menyerahkan proses hukum kepada pihak kepolisian.

    “Saya menyesalkan itu terjadi. Itu jadi pelajaran penting dan sudah minta maaf, saya mengajak semua untuk memaafkan. Urusun hukum itu bagian polisi. Saya tidak dalam kapasitas,” pintanya.

    Politisi asal Lampung ini menghimbau agar semua lapisan masyarakat Indonesia untuk menghindari isu SARA. “Saya menghimbau sebagai ketua MPR untuk rakyat Indonesia jangan bawa-bawa SARA. Itu akan melukai dan berbahaya pada persatuan,” himbau lelaki yang biasa disapa Zulhasan itu. (Aiy/Fajar)

    LEAVE A REPLY

    Please enter your comment!
    Please enter your name here